gaptek neek?
June 10th, 2008 by bluebutterflyini fs modelnya baru… aku nyari aplikasi yang lama kok gak ketemu ya?
arrrgh…. jadi cengok juga tante….
*pletak*
ini fs modelnya baru… aku nyari aplikasi yang lama kok gak ketemu ya?
arrrgh…. jadi cengok juga tante….
*pletak*
baru kelar baca Lolita - Vladimir Nabokov.
hadoooh…. merinding bacanya.
teteup, kesalahan humbert, pembelaannya tidak bisa diterima, tapi aku merasakan ’sakit jiwa’nya si humbert, cintanya yang benar-benar mendalam pada lolita yang akhirnya ketularan ’sakit jiwa’.
arrrgh….
aku sudah berpindah baca mahabharata, tapi masih terngiang-ngiang, terbayang-bayang si lolita.
AH!!!!
berapa banyak lolita di atas muka bumi ini? berapa banyak humbert yang masih hidup?
abis kekenyangan makan nasi goreng, minum es teh botol manis…
yup… tengah malam sodara-sodara!!!!
lalu blogwalking, baca blog temen… dan langsung termehe-mehe…
perjuangan. cinta kepada tanah air.
anjiisss…
aku bukan nasionalis… tapiiii….. tulisan dia menampar aku…
hmmm….
tidur aja aah…
Lagi ngumpul di rumah temen. Acaranya gak jelas sih, dendong-dendongan, makan cemilan yang bikin kenyang… hehheehe abisnya, si tuan rumah demen banget ngasih makan anak orang
hehehehe piss yooo tante….
Semuanya temen-temen baru, ketemu di FD… cuma udah kayak kenal lamaaaaa banget…. nyambung banget… ya nyambung soal gosip ya soal yang lainnya… hehehehe
Errrr…. ini gw nulisnya sambil gak konsen… lagi menicure juga… sutralah…intinya mah… gw seneng….
*posting gak penting!*
Whua….
Biasanya, komputer ktr tuh, nggak bisa unt connect ke FS ato multiply, nggak tau kenapa, hari ini nggak sengaja pas nge-klik profil org yg di fs kok bisa masuk…. whoa….
seru ajah…
Barusan, bac posting sebelumnya, tentang bebek goreng garing. Jadi teringat, semalam aku akhirnya nyobain bebek goreng garing yang di Jl. Gardujati, katanya memang cabang dari bebek HT di Surabaya.
Sebenernya, acara semalem itu sih nggak sengaja, awalnya, aku blind date sama beberapa orang anggota JalanSutra Bandung di Blind cafe. Jadi, di Blind Cafe ini, formatnya kita makan bener-bener gelap-gelapan… aseli nggak ada cahaya sedikit pun, bahkan benda-benda yang berpotensi untuk memancarkan cahaya seperti HP dan lighter pun harus dititipkan ke loker di depan. Cukup seru, waktumasuknya kita dipandu sama mbak-mbaknya yang pake kacamata infrared gitu, jadi meski nggak ada cahaya dia masih bisa liat. Pas nyampe dalem, astaga… benar-benar mati lampu. Pas acara makan, kita sengaja nih, pesen steak, biar tantangannya rada gede, secara kan harus motong2 dalam gelap, eh ternyata, dagingnya udah dipotong2, dan itupun rupanya masih agak2 susah makannya, secara gelap banget gitu loh… jadi we… ada yang makan steak pake tangan… huehehehe itu pun karena dalam gelap kita teriak-teriakan saling menceritakan apa yg sedang kita lakukan. Cukup seru juga klo dateng ke resto ini rame-rame, tapi klo sendirian, kayanya mati aja deh…
Saat makan, aku ngerasa kok kayanya porsinya kecil ya… kayanya itu memang strateginya dia, gak ada cahaya, makanannya porsi kecil, heheheh. Sebagai peternak naga perut, otomatis, aku langsung teriak ke anak-anak JS yg lagi heboh makan (sebenernya kita duduk semeja sih, tapi karena gak ada cahaya, jadi bawaan pengen ngomong teriak), aku nanya ama mereka, "hei… kayanya aku nggak kenyang nih, abis ini kita mau makan apalagi nih?"
Ada yang njawab, "iya yah… porsinya kecil"
Satu lagi teriak, "he eh, kayanya makananku juga udah abis, belum kenyang"
Aku teriak lagi, "kita makan bebek aja yuk" seolah gak peduli comment2 dan jawaban yang nggak nyambung sebelumnya, aku malah menambah ‘kekacauan’.
Salah satu peternak naga teriak,"boleh juga tuh…"
Yang pesen Lychee juice yang bukan fresh juice juga bukan berry juice bukan buahvita juga menanggapi, "kayanya bebek van java enak deh"
Whua!!! yes! akhirnya disepakati ideku untuk menambah ‘kerusuhan’ malam itu. Berbondong-bondonglah kami semua ke cinta pertamaku (yang belum tahu, baca posting Legenda Cinta dan Bebek goreng), aku tentu saja setia dengan miu-miu, Teh Nono nggak ikut karena lagi persiapan mau kawinan (hiks! kalah set lagi….)
Ternyata, cinta pertamaku sudah kehabisan bebek, whua! baru jam delapan lo… masa sudah abis sih… apakh orang2 itu tadi makan di Blind cafe juga? jadi pengen makan bebek? Akhirnya dsengan kekecewaan yang sedikit muncul di permukaan, kita berpindah tempat ke bebek HT di Garujati, ternyata kekecewaan terobati saudara-saudara! Lezat! Dan yang terpenting rongga di perutku terisi dan nagaku tidak kelaparan lagi! yippy! bebek cintaku, bertambah lagi satu… kayanya tempat ini bisa dikunjungi lagi…
Moral cerita dari posting ini: aku bersyukur banget aku bisa melihat dan punya indera tubuh yang normal, serius! meskipun dengan perut karet berpenghuni seribu naga! memang sepertinya tidak nyambung ini, cerita dengan moral cerita tapi itulah kenyataannya. I love my life! normal, bahagia, punya tempat berteduh, yah meskipun jomblo dan terus mencari cinta. Jadi, intinya… meski cinta sama cinta pertama, ternyata ada bebek yang gak kalah oke kan… Jadi, go find another bebek! lhoh?!
PS. Aku sedang serius mempertimbangkan untuk membuat acara Tour de Bebek, serius nih, klo kalian berminat Tour de Bebek, jangan segan-segan unutk mengontak saya (halah, kaya blog ini ada yang baca aja… pake promosi segala… :-D).
Itu artinya, long time not to see you, tapi pake bahasa yang rada sok imut gitu… hehehehe
Iya nih, blog aku yg di fs ini bedebu banget ya… hiks, padahal posting juga nggak rajin-rajin amat! yah, aku kan hanya mencoba untuk rajin menulis ajah… trus pengen beken juga (whua… gubrag! obsesi selebriti bener…) Eh iyah, bener… kayanya seru kalo jadi orang terkenal… umh… hari-hari terakhir ini, aku lagi menyukai membaca blog orang lain… hehehe sepertinya asyik sekali hidup orang-orang itu (waks…) iya, pada kreatip-kreatip bikin blog-nya (baca kreatip bener-bener pake p ya), secara… aku kan cuma bisa menulis begini-begini ajah… nggak penting banget!
huh! dug!
klo gini, memang lebih baik LNTCU aja yah…
‘The journey of duck - most wanted & garingable’ belum berakhir, aku dan teh Nono masih berkeliling Bandung bersama miu-miu. Semalam, perjalanan kami kembali ke titik awal dimana kami memulai ‘petualangan’ ini, yaitu Bebek Van Java di daerah Cikapayang. Bebek Van Java menjadi cinta pertama kami karena sambelnya yang puuueeeedes, nasi yang pulen, bebek gorengnya yang garing (jauh lebih garing daripada bebek goreng di tempat aku bertemu orang yang menanyakan nomer hpku) dan pelayanan yang ramah, selayaknya cinta pertama, kami kemudian selalu membandingkan rasa bebek, rasa sambel dan kepulenan nasi di setiap warung bebek yang kami kunjungi dengan cinta pertama kami. Dan ujung-ujungnya, kami akan selalu berkata, wah, kok enakan yang di Bebek Van Java ya… dan ini membuat keesokannya kami pergi ke Bebek Van Java lagi. Semalam, saat kami ‘bernostalgia’ dengan cinta pertama, sebab kami sedang kehabisan ide mau ke warung bebek yang mana, ada seorang pengamen puisi (lebih baik aku sebut begitu, karena ia tidak menyanyi tapi membawakan monolog puisi sebagai ‘komoditasnya’) ia membawakan monolognya dengan suara lantang agak cadel dan serak, mungkin karena kebanyakan berteriak, nada dan intonasi bicaranya pun cepat, kata demi kata mengalir silih berganti, berulang dan terulang. Kami tidak terlalu mengerti sebenarnya apa yang pengamen itu katakan, hanya sepotong-sepotong yang terdengar dan terekam, kurang lebih yang kuingat seperti ini:
Aku ini orang gila yang merasa,
gila karena rasa luka,
cinta yang terluka…
jika rasa itu memang cinta mengapa harus luka…
Aku dan teh Nono, berpandangan penuh arti dan bibir kami menyimpan tawa yang tidak bisa meledak, karena takut menyinggung perasaan pengamen itu dan ketika dia pergi kami langsung terbahak. Bukan karena melecehkan, tapi lebih karena cara dia membawakan monolog, dia berakting kocak dan berlawanan dengan isi puisi yang serius, juga karena kami memang merasa kami pernah gila karena cinta. Dan untuk menertawakan diri kami juga, aku berkata pada teh Nono, “wah, memangnya orang gila benar-benar bisa merasakan sesuatu ya? Kalau dipukul dia akan merasa juga nggak ya? Kayanya, meski kita pukul duluan, sepertinya dia nggak akan membalas ya, tapi masalahnya, sebelum kita mukul dia, kita sudah dipukul duluan” dan kami terbahak lagi. Di jalan, kami masih membahas hal itu danaku jadi berpikir lagi tentang gila karena cinta, aduh, ketika gila memangnya aku bisa jatuh cinta gitu? Mungkin masalahnya adalah, sebelum gila aku jatuh cinta duluan… nah… nah… Dan setelah tersenyum karena pemikiran itu, tiba-tiba saja aku teringat bebek cinta pertamaku dan kekasih cinta pertamaku. Aku benar-benar tersadar, bahwa aku selalu membandingkan ia dengan semua cowok setelahnya. Sudah lama, aku memarahi diriku karena tidak bisa berhenti dengan perbandingan ini, tapi ya tetap saja polanya akan berulang dan terulang, tidak bisa berhenti. Dan saat kami melintasi jembatan layang pasupati sambil bernyanyi Indonesia Raya (ini ide teh Nono, bahwa bernyanyi Indonesia Raya saat melewati jembatan layang Pasupati sangat menyenangkan dan ternyata benar, coba saja) aku teringat akan kebiasaan buruk kami di acara petualangan bebek ini, begini, kami pergi ke satu tempat baru, makan sambil membandingkannya dengan bebek cinta pertama lalu berkata kurang enak, kurang sreg dan besoknya kembali ke bebek cinta pertama lagi. Semakin sering kami mengunjungi tempat baru maka semakin sering pula kami kembali ke bebek cinta pertama, jadinya rasio perbandingan kami menemukan tempat baru dengan kami makan di bebek cinta pertama adalah 1:3 (yang satu lagi karena memang ada jadwal khusus). Nah… nah… semakin keras aku mencoba untuk bertemu cinta baru, cowok baru, maka semakin sering aku membandingkannya dengan kekasih cinta pertama, semakin keras aku berusaha melupakannya, maka semakin dalam ingatanku akan dia. Wah… kalau begini jadinya aku bisa gila duluan sebelum aku jatuh cinta ya…
Ya sutralah… sekarang, aku tidak usah terlalu keras berusaha… tapi teteup aja Chayo (bebek)!
Happy happy happy birthday to ME!
Wah, kenapa ME-nya huruf gede? karena ulang tahun yang sekarang judulnya bener-bener MY DAY, subject, object dan predikatnya semuanya AKU!
Hari ini, bangun pagi, dibangunkan oleh telepon selamat ulang tahun dari nyokap…. eheehe thanks ma, sudah mengijinkan anakmu yang egois ini teteup merantau di Bandung…. terimakasih karena sudah pengertian kepadaku, hiks…. jadi terharu… dan terimakasih banyak untuk kado yang sudah ditransfer…. hehehehehe. Lalu, aku nggak masuk kantor, sengaja, cuti satu hari untuk bersenang-senang. Beberapa teman menelpon (thanks banget yah… sudah perhatian padaku, duh jadi terharu…) juga sms, (nah, yang ajaib, wish yang dikirim lewat sms ini semua menyebutkan: semoga enteng jodoh - bener-bener sama kata-katanya: enteng jodoh) duh… thanks, sudah mendoakan aku, terutama doa supaya enteng jodoh…. hehehehe
Kegiatan bersenang-senang hari ini diawali dengan creambath & pijat refleksi kaki, setelah itu luluran dan sauna, makan siang porsi besar dan enak, kemudian nonton, lalu ke toko kaset (menghadiahi diri sendiri sama kasetnya teteh Anggun - bukan album baru, tapi nggak sengaja nemu album chrysalis versi bahasa perancis) lalu ke toko buku, menghadiahi diri sendiri dengan novel inceran setelah itu makan lagi, teteup porsi besar dan enak, sebagai penutup kesenangan, aku online untuk nulis di blog! hehehehe. Hari ini aku lupa kalo aku lagi diet, lupa kalo aku lagi bete di kantor, lupa kalo gajiku belum naik (masih taraf negosiasi), lupa kalo aku lagi sebel sama bos baruku (karena aku nggak diajak ke new york dan ke jerman, hehehe, dia trip selama tiga minggu bo!), lupa kalo bulan februari aku terancam untuk tidak ke Paris karena aku baru pindah divisi (bosku bilang, aku mesti sakti dulu sebelum ke paris lagi), hiks… intinya, hari ini aku cuma bersenang-senang menikmati hidup dan lupa akan semua kesusahannya. Pas aku pulang dari toko buku tadi, aku sempet berpikir sih, klo aku nih menyedihkan… maksudnya, aku bersenang-senang dengan cara yang dianggap oleh sebagian orang duniawi sekali. ah… apa boleh buat, ulang tahun cuma setahun sekali, setidaknya pada hari ulang tahunku, aku punya kenangan bagus tentang diri aku, rewards untuk aku yang bete sepanjang tigaratus enampuluh empat hari kemarin…. hehehehe. Beberapa teman yang menelpon, mengetahui kalau aku bolos kantor untuk bersenang-senang, mereka bilang (termasuk kata-kata nyokap nih): ya ampun, kamu bolos? kaya anak kecil banget sih, pengen istimewa…. hehehehe mau gimana lagi? meski umur sudah mendekati uzur, menjadi anak kecil selalu menyenangkan…. oh ya, lupa cerita, aku tadi sempet makan ice cream…. yummy…. di kursi di jalanannya CiWalk…. nyum-nyum-nyum…. Anak kecil selalu punya hidup yang ringan…. memandang segala sesuatunya dengan kesederhanaan pola pikir, nggak kayak orang dewasa yang terlalu banyak mikir eh ujung-ujungnya nggak ada tindakan juga…. hehehe (gue banget tuh).
Yang jelas hari ini aku bahagia dan senang! Aku tidak menyesal menjadi aku, tidak menyesal sudah menjalani sekian tahun hidupku dan masih begini-begini ajah…. hehehehe. Thanks God, untuk kehidupan yang menyenangkan sekaligus menyebalkan, terimakasih juga untuk kreatifitas dan kelemotanku, hehehehe.
Umh, tadi ada juga teman yang menanyakan kado apa yang aku mau…. hehehehe bagian ini juga paling menyenangkan kalo pas kita ulang tahun. Tahun ini, aku minta dikado buku, daftarnya sbb. (urutannya berdasarkan tingkat kepengenan yah):-
1. Memoirs of a Geisha (versi baasa Inggris)
2. The Godfather - Mario Puzo
3. The Perfume
4. Tetralogi Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia, anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, & Rumah Kaca)
5. 20,000 meter di bawah laut - Jules Verne (terjemahan NH. Dini)
6. La Peste (Sampar) - Albert Camus (terjemahan NH Dini)
7. Gelang Giok Naga - Leny Helena
8. The Virgin Blue - Tracy Chavalier
9. Sammy’s Hill - Kristin Gore
10. Jemima J
Wah…. untuk daftar nomer satu, tadi sudah ada yang confirm mau ngirimin, tinggal menunggu relawan untuk daftar nomer 2 s/d 10. Sebenernya, masih ada beberapa buku yang aku pengen, tapi sudahlah…. nunggu yang sepuluh itu terpenuhi dulu… soalnya, pas temn-temenku nanya mau kado apa, trus aku bilang kado yang aku mau, mereka bilang bakal mikir-mikir lagi…. duh…. aku nggak tahu malu ya… mereka cuma mau basa-basi ato nggak sih…. hehehehe padahal, ditelpon happy b’day ajah sebenernya aku udah seneng banget (apalagi dikado beneran).
Ah, duapuluh tujuh tahun yang menyenangkan!
HAPPY-HAPPY-VERY-VERY-HAPPY-REALLY-HAPPY BIRTHDAY TO ME!!!!
Tahun baru… aku dipindahin ke departemen baru.
Ada senengnya, ada sedihnya. Senengnya karena judulnya aja new division, yang berarti kesempatan aku untuk berkembang besar sekali. Waktu aku ngasih tau customer2ku aku pindah, mereka juga punya dua feeling ini, satu sisi seneng, berarti peningkatan karier buat aku satu sisi lain sedih soalnya aku nggak handle account mereka lagi. Yah, produk yang aku handle sekarang adalah laminating fabric, bahasa lainnya performance fabric, serunya untuk kategori ini kita udah puya brand yaitu performax. Jelas akan mempermudah aku untuk branding ke customer, ada lagi yang bikin aku seneng, yaitu di Indonesia, kita adalah factory pertama yang memproduksi laminating fabric ini. Wow, bagus banget kan starting point-nya. So, aku tinggal panen sebenernya. Tapi aku merasa sedih juga, soalnya dengan pindah divisi ini berarti aku benar-benar meninggalkan kerjaan lamaku, my comfort zone. Okay, aku tahu, kalo mau maju memang harus meninggalkan comfort zone, tapi tidak bisakah kerjaan ini dianggap sebagai additional job? hiks, aku maruk banget ya…. Aku akan merasa nyaman-nyaman aja, kalau misalnya aku masih megang kerjaan lamaku trus dapet kerjaan baru, maksudku, judul promosi-nya keliatan banget gituh… hehehe kalau ini kan judulnya, melepaskan yang satu untuk mendapat yang lain, tidak bisakah kedua tanganku menggenggam? Haruskah aku melepaskan salah satunya untuk mendapatkan yang lain?
Berhari-hari aku mikirin ini, ada banyak keberatan yang aku ajukan sama diriku sendiri, mengenai kepindahan ini. Meski semua orang, termasuk director-ku bilang kalau ini adalah promosi, aku tetetp tidak bisa menganggap ini promosi, ini seperti aku dikucilkan, okay, aku sudah menerima, tapi ada yang berat, ya itu tadi karena melepas satu untuk mendapat satu. Tapi tiba-tiba aku dapat pencerahan, selama ini aku ternyata tidak menggenggam satu pekerjaan saja, tidak hanya pekerjaan lamaku yang kugenggam, tapi aku juga menggenggam impian untuk menjadi penulis!!! OMIGOD! aku memang melepas satu untuk mendapat satu, tapi kedua tanganku tetap penuh, di satu sisi aku mendapat pekerjaan baru (yang sebenernya sangat memungkinkan aku untuk travelling around the globe) dan yang satunya lagi aku tetap memegang keinginan dan impian untuk jadi penulis, dan keduanya berjalan.
Okay, aku agak bisa menerima penceraan ini, tapi masih ada yang kurang. Apalagi? entah, aku masih belum bisa menerima kepindahan, karena pada pada dasarnya aku tidak perna mendapat tawaran, pilihanku adalah cuma menerima mutasi. Seorang teman berkata untuk menghibur, dia bilang, sudahlah, penyakitnya karyawan berprestasi kan memang begitu, kalau nggak dipindahin ke departemen yang nggak maju-maju ya dipindahin ke departemen baru.
Jadi… apa bagusnya moving ini buat aku ya?! kok aku masih sedih….